Friday, January 24, 2020

Pengalaman Dibully

Pengalaman Dibumi
Saat saya kecil saya merupakan anak yang ceria, suka bermain, bercanda dan sangat percaya diri. Bisa dibilang tingkat kepercayaan diri saya lebih dibandingkan anak-anak seumuran saya. Seiring bertambahnya usia, ketika naik kelas 4 SD, personality saya berubah 90 derajat. Saya jadi anak yang menyendiri, tidak suka bergabung dan berbaur dengan anak-anak yang lainnya. Saya terbiasa menjadi anak yang tidak dianggap oleh teman-teman sebaya saya dan saya beradaptasi dengan itu.
Ketika SD sering bertanya-tanya mengapa saya memiliki kehidupan yang berbeda dengan anak-anak yang lainnya, dan saya tidak mempunyai orang yang bisa dipercaya untuk berbagi cerita dan keluh kesah. Anak-anak di keluarga saya dibesarkan menjadi anak yang mandiri karena orang tua saya sangat keras kepada anak-anaknya dulu. Itu mengapa saya mencoba untuk meng-handle semua kesulitan saya sendiri, menjadi anak yang tidak ketergantungan dengan siapapun dan membentuk sifat yang individualis. Saya mengalami yang namanya di bully ketika SD, teman mem-bully saya dengan membicarakan saya dari belakang dan menjelek-jelekkan saya.

0 comments:

Post a Comment